Buya Zamzami : Kembalikan Tarbiyah Ke Khittah

Buya Zamzami : Kembalikan Tarbiyah Ke Khittah

758
0
Buya Zamzami Yunus (berpeci putih) dan pengurus Tarbijah Islamijah Media di Ponpes Ashabul Yamin, Lasi.

Alumni Pesantren/Madrasah Tarbiyah Islamiyah se-Sumatera Barat melaunching portal tarbijah islamijah. Portal yang berlamat di www.tarbijahislamijah.com ini yang mereka dirikan untuk memperkaya dan mengembangkan khasanah ilmu pengetahuan keislaman  kepada publik. Launching dilakukan di Pondok Pesantren Ashabul Yamin, Lasi, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Hadir dalam kegiatan launching pimpinan dan santri pondok pesantren/madrasah Tarbiyah Islamiyah se-Sumatera Barat dan alumni Madrasah/Pesantren Tarbiyah Islamiyah Se-Sumatera Barat.

Sekolah yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak sepuluh Madrasah/Pesantren Tarbiyah Islamiyah dari berbagai kabupaten di Sumatera Barat. “Sebenarnya yang menkonfirmasi hadir adalah 15 sekolah, namun hanya 10 sekolah yang sempat hadir” ungkap Firdaus, Ketua Panitia. Sekolah yang hadir berasal berasal dari Kab. Agam yaitu Pondok Pesantren. Darul Makmur Baso,  MUS Canduang, MTI Canduang dan Pon Pes Ashabul Yamin. Dan dari Kabupaten Tanah Datar, hadir PPTI Malalo dan MTI Jaho. Dari Kabupaten Pesisir Selatan hadir MTI Padang Mandiangin dan MTI Koto Kandih. Dan dari Pasaman Timur, MTI Darus Salam Tsalits. Dari Kab. Padang Pariaman, Kab. Solok dan kota Padang yang menjanjikan hadir tidak dapat hadir karena beberapa hal.

“Salain launching web juga dilaksanakan muzakarah pimpinan Pesantren/Madrasah Tarbiyah Islamiyah dan Diklat Jurnalistik untuk santri. Muzakarah bertujuan unutk membahas hal-hal yang berhubungan dengan silaturahmi dan semangat bersama Tarbiyah Islmaiyah. Diklat jurnalistik bertujuan unutk menyiapkan reporter web di sekolah,” terang Fisrdaus, alumnus Ashabul Yamin yang juga Dosen Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat.

Launching dibuka dengan sambutan buya Zamzami Yunus. Dalam sambutannya, Buya  Zamzami, Pimpinan Pondok Pesantren Ashabul Yamin mengatakan, Tarbiyah Islamiyah mencapai masa kejayaannya pada waktu dipimpin oleh K.H. Sirajudin Abbas pada masa Orde Lama. Pada masa itu, Tarbiyah Islamiyah sangat dihormati. Setelah itu, Tarbiyah Islamiyah  mengalami kemunduran. Kemunduran itu disebabkan karena Tarbiyah dipimpin oleh oleh orang yang tidak lahir dari rahim pendidikan tarbiyah. Mereka tidak punya perhatian secara penuh terhadap tarbiyah, kebanyakan dari mereka hanya mengambil keuntungan dengan tarbiyah tanpa mau mengurusi Tarbiyah.

Secara tegas, Buya Zamzami mengatakan, saat ini Tarbiyah punya induk, tapi seperti tidak punya induk. Tidak ada yang mengurusi, sekolah-sekolah hanya berjalan sendiri-sendiri. Beberapa sekolah harus tutup karena tidak ada yang membantu dan menaungi. Tarbiyah lebih banyak dibawa ke arena politik. “Ke depan Tarbiyah harus kembali ke khittah,” tegas buya Zamzami.

Senada dengan Buya Zamzami, Pimpinan Umum Tarbijah Islamijah Media, Khairul Fahmi yang juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas mengatakan bahwa web ini didirikan sebagai kritik atas praktek pemanfaatan Tarbiyah untuk kepentingan praktis tanpa mau mengurusi sekolah-sekolah dan orang-orang Tarbiyah. Web, menurut Fahmi bertujuan untuk membangun ruang kominikasi yang lebih baik bagi sekolah-sekolah dan warga tarbiyah islamiyah agar mampu berjalan sesuai dengan khittah tarbiyah sebagaimana diserukan oleh pendiri Tarbiyah.

Semangat didirikannya web ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjembatani komunikasi antara sesama sekolah Tarbiyah yang ada di nusantara. Web dibangun oleh alumni yang lahir, tumbuh dan berkembang di sekolah-sekolah Tarbiyah, bukan oleh organisasi Tarbiyah Islamiyah. Web tidak untuk kepentingan politik, apalagi kepentingan politik praktis. Setiap sekolah dan warga Tarbiyah boleh menklaim web ini milik mereka, karena web ini memang milik sekolah dan warga tarbiyah. Fahmi berharap, dengan adanya web pemikiran-pemikiran Tarbiyah akan dapat difahami lebih luas.

Dalam launching, seluruh Pimpinan pesantren/madrasah Tarbiyah menyerahkan pengelolaan web kepada pimpinan umum. Penyerahan diwakili oleh buya Zamzami Yunus dan Buya Nasrun Rasul. []

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY