Fikih Kurban (Bag III)

Fikih Kurban (Bag III)

1018
0
Ilustrasi/Dokumen Istimewa

           Dalam bahasa Arab, ada dua cara menyembelih hewan. Yang pertama adalah Nahr yaitu menyembelih hewan dengan cara melukai (menggunakan alat penyembelihan) bagian tempat kalung (pangkal leher). Ini biasanya dilakukan untuk menyembelih unta. Dalam hadits riwayat Abu Daud dari sahabat Jabir bin Abdillah disebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw dan para sahabat menyembelih unta dengan posisi kaki kiri depan diikat dan tiga kaki lainnya berdiri.

Yang kedua adalah Dzabh yaitu menyembelih hewan dengan cara melukai bagian leher paling atas (ujung leher). Ini cara menyembelih umumnya pada binatang seperti sapi, kambing, ayam dan lain-lain.

Sebelum menyembelih, ada beberapa ketentuan yang harus diikuti sebagai berikut:

  1. Memilih hewan yang bagus, gemuk, banyak dagingnya serta tidak memiliki cacat.
  2. Mengikat hewan kurban beberapa hari menjelang hari raya Idul Adha sebagai syi’ar.
  3. Tidak memotong kuku dan rambut/bulu binatang kurban sejak awal bulan dzulhijjah. (Tapi boleh dibersihkan).
  4. Memotongnya setelah selesai melaksanakan shalat sunat hari raya Idul Adha beserta khutbahnya.
  5. Mengasah pisau atau alat menyembelih sampai benar-benar tajam. Tidak boleh mengasah pisau di hadapan hewan kurban.

Tata cara menyembelih hewan kurban adalah sebagai berikut:

  1. Laki-laki yang berkurban disunnahkan untuk menyembelihnya sendiri. Jika tidak mampu, boleh diwakilkan kepada laki-laki lain yang muslim. Sedangkan wanita lebih baik diwakilkan kepada laki-laki lain yang muslim. Bagi yang mewakilkannya pada orang lain disyariatkan untuk ikut menyaksikan.
  2. Menghadapkan hewan ke arah kiblat. Dalam hal ini maksudnya adalah lehernya, bukan wajahnya karena leher adalah organ yang akan disembelih. Pada waktu ini disunnahkan membaca doa wajjahtu wajhiya….sampai wa ana minal muslimin (seperti doa iftitah shalat).
  3. Membaringkan hewan di atas lambung sebelah kiri. Karena ini akan memudahkan penyembelih untuk memotong hewan dengan tangan kanan dan memegang leher dengan tangan kiri.
  4. Menginjakkan kaki di leher hewan yang akan disembelih.
  5. Membaca bismillah (tidak pakai arrahman arrahim), kemudian shalawat atas nabi Muhammad Saw, lalu takbir ketika menyembelih hewan. Dianjurkan juga membaca doa agar kurban tersebut diterima dengan doa Allahumma taqabbal minni atau min fulan (ganti dengan nama orang yang berkurban) atau yang lebih bagus Allahumma taqabbal minni (atau min fulan) kama taqabbalta min ibrahima khalilik. Setelah itu dibaca doa Allahumma hadzihi minka wa ilaika.
  6. Menyembelih dengan cepat untuk meringankan apa yang dialami oleh hewan kurban. Pastikan bahwa tenggorokan, kerongkongan dan dua urat leher (kanan–kiri) telah terpotong.
  7. Imam An-Nawawi juga menyatakan bahwa dianjurkan untuk membiarkan kaki kanan hewan tersebut bergerak agar lebih cepat meregang nyawa.
  8. Tidak boleh mematahkan leher hewan agar hewan cepat mati !

Distribusi dan Konsumsi Hewan Kurban

Pada dasarnya, setiap hewan kurban itu boleh didistribusikan kepada tiga kelompok, yaitu:

  1. Untuk dimakan oleh orang yang berkurban dan keluarganya (orang-orang yang harus ia beri nafkah). Ini kalau kurbannya adalah kurban sunnah, bukan kurban yang wajib akibat nazar.

Jika seseorang bernazar untuk kurban (sehingga kurbannya menjadi wajib) maka ia, keluarganya dan orang-orang yang wajib ia nafkahi tidak boleh memakannya. Seluruh hewan sembelihan tersebut harus disedekahkan.

  1. Untuk dihadiahkan kepada tetangga atau orang lain yang tidak masuk kategori miskin.
  2. Untuk disedekahkan kepada fakir miskin.

Daging kurban yang akan diberikan kepada fakir miskin tidak boleh dimasak atau dalam bentuk jamuan makan bersama karena pada dasarnya hak para fakir miskin adalah hak kepemilikan dan bukan hak untuk konsumsi/makan saja. Namun dalam kondisi saat ini juga sangat dianjurkan kepada orang-orang yang berkurban dan dagingnya disedekahkan kepada fakir miskin untuk menyertakan juga uang untuk memasak daging yang disedekahkan tersebut. Hal ini sebagai tindakan preventif/pencegahan agar jangan sampai si fakir miskin yang mendapat daging tersebut malah tidak bisa mengkonsumsinya akibat tidak punya uang untuk mengolahnya yang mengakibatkan daging tersebut mubazir percuma

Dan karena hak fakir miskin yang mendapat sedekah tersebut adalah hak kepemilikan, maka bagi mereka boleh menjual daging tersebut jika benar-benar membutuhkan uang. Adapun kelompok pertama dan kedua (pemilik kurban serta yang mendapat hadiah) tidak boleh menjualnya.

Bolehkah mengupah tukang sembelih atau panitia kurban dengan salah satu bagian sembelihan (seperti kepala, kaki, kulit dan lain-lain) ?

Dalam Islam sangat dianjurkan untuk saling tolong menolong. Dan bagi yang ditolong sangat dianjurkan untuk memberikan upah kepada yang menolong sesuai dengan usahanya. Dalam hal kurban, sangat dianjurkan bagi orang yang berkurban yang mewakilkan proses penyembelihan dan distribusi kepada orang lain atau panitia untuk memberikan upah kepada mereka.

Namun tidak boleh memberikan upah kepada mereka dengan bagian dari hewan yang dikurbankan seperti kakinya, kulitnya atau kepalanya. Hal ini karena tujuan kurban adalah memberikannya kepada orang yang berhak (mustahiq) untuk kemudian dikonsumsi serta tidak boleh bagi orang tersebut memperjualbelikannya dengan cara apapun. Jika kita memberikan upah kepada penyembelih atau panitia dengan salah satu bagian dari hewan kurban maka secara tidak langsung kita telah melakukan proses jual beli yang dilarang.

Dalilnya adalah hadits Rasulullah Saw: “Siapa yang menjual kulit hewan kurban, maka tidak memperoleh kurban apapun” (H.R. Al-Hakim).

Maksud orang yang menjual kulit hewan kurban di sini adalah orang yang melakukan ibadah kurban tersebut. Jika orang yang berkurban tersebut memberikan kulit, kepala atau kaki hewan kurban kepada si penyembelih maka sebenarnya yang terjadi adalah transaksi jual beli hewan kurban dengan si penyembelih (dimana jasa penyembelihan ditukarkan dengan bagian dari hewan kurban), dan hal ini dilarang dengan tegas dari hadits yang kita pahami di atas.[]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY