Hati-Hati Mata Ibu; Puisi Harikimura Giyarian

Hati-Hati Mata Ibu; Puisi Harikimura Giyarian

167
0
Ilustrasi/ Ilustrasi/ Sumber : gavineveland.com
Ilustrasi/ Sumber : gavineveland.com

Mungkin Ada

Adakah sesuatu yang lain di antara jejak langkah dan di antara detak jantung dan waktu selain mencari sang induk.

Adakah?

2012

Arogan

Batu-batu berhamburan dari tangan penuh tekad
Mantra-mantra perlawanan beradu keras
dengan tembakan dan sirine
Keringat berlayan darah
Darah melahirkan dendam, dendam melahirkan balas, balas melahirkan balas
yang kotor
Batu, teriakan, darah,
dendam dan balas

Lalu dimanakah bahasa hati
Masih adakah kelembutan di otak-otak

Mungkin telah termakan arogansi diri
Merasa diri setinggi langit
Hingga menoleh kedalam pun tak sudi

2012
Cermin

Dalam ketiadaannya, aku.
Silang-silang waktu
saling menyambung laku
terproyeksikan dengan kaku

Dalam ketiadaannya,maka aku tahu.
ketika aku menjadi tahu
saling-silang itu mewujud cermin
dan mengguratkan senyum

2012

Untuk Kepuasan

Kaset-kaset recorder tua, proyektor
menari dan bernyanyi
riuh dalam sempit otakku
tumpukan saat
tanpa terikat waktu
memutar setiap tingkah dan laku
menelanjangi diri
dihadapan kesadaran dan keberpikiran
mmm
ada yang selalu tak pernah terjawab
keber”ada”anku, siapa aku
keber”ada”anya, siapa dia
keber”ada”an mereka, siapa mereka
keber”ada”an semua, siapa kita

siapapun “engkau” beri aku alasan

2012

Hampa

Terkapar kepingan nurani dalam hentakan jiwa
Mendengar tanpa suara
Mati tanpa kehidupan
Berlalu tanpa adanya waktu
Hingga kuterseret dalam sumur kehampaan
Kehampaan yang penuh sesak
Sesak yang penuh dengan kekosongan

2012

Hati-Hati Mata Ibu
Tanpa aku sadari dari beribu butir pasir pantai yang pasrah,
Di pantaimu (entah siapa)
Aku adalah satu-satumya pasir yang diperhatikan sang purnama.
Dia tiada berkedip terus memandangku
Mungkinkah sang purnama adalah mata-mata ibuku?

Ditempat terpencil ini, di pantaimu (entah siapa)
Aku harus hati-hati.
Bali, 2013

Advice from Grandma
Berdiri diatas hasrat adalah salah satu jalan untuk mencapai kebebasan.

Menjunjung tinggi hasrat adalah salah satu jalan untuk mencapai kebebasan.
Menerima hidup, kehidupan adalah salah satu jalan untuk mencapai kebebasan.

“Bagaimanapun manusia pada dasarnya mencari kebahagian.
nah situasinya sekarang adalah bagaimana jejak dan langkah kakimu tidak merusak jejak dan  langkah kaki orang lain, nak”!.
“pikirkan sendiri!”.

2013

Gagal Menjadi Pilot    

Maafkan putramu ini ibu
Harapanku mengantarkanmu ke pasar dengan pesawat terbang, kini lenyap sudah. Dan dengan itu ibu, lenyaplah pula harapanmu melambaikan tangan kepada para tetangga di atas megahnya langit

Maafkanlah aku ibu
Putramu yang dulu bercita-cita menjadi pilot
Kini bercita-cita menjadi herbivora.
Keadaan ternyata menentukan harapan, dan harapan meramalkan kenyataan.
Dan ku harap kau mengerti wahai ibu.
Jika masih tidak mengerti shalatlah dua raka’at

Bayangkanlah wahai ibu
Bersamaan dengan terbitnya matahari, sebelum berangkat sekolah
Aku akan pergi merumput bersama kambing tetangga, kerbau tetangga, sapi tetangga, kelinci tetangga, bahkan dengan segerombolan migrasi wildebeest yang kebetulan lewat di depan rumah.
Engkau tak usah khawatir ibu, dan tak usah repot membuatkanku sarapan pagi.
Kami sesama herbivora akan saling menjaga dan tidak akan saling menyalip, karena katanya rumput tetangga tidak lebih baik dari rumput sendiri, kecuali rumput yang bertetangga dengan PT Freeport

Andai ayah mempunyai cita cita yang sama mulianya denganku.
Niscaya kerepotan ibu akan berkurang.

Ketahuilah olehmu, ibu
Harapanku menjadi herbivora tidaklah muncul dengan semena-mena
Hal ini lahir dari permenungan yang sangat mendalam, meskipun kalah dalam dengan permenungan para pilosop yang dahinya mengkerut dan rambut depannya bertebaran dimana mana,        namun inilah mata telinga hati ku atas realitas.

Aku ingin hilang karena mati bukan hilang karena tertutupi
Aku ingin tanahku hilang karena bencana alam bukan hilang karena eksploitasi.
Aku ingin perang hilang karena kesadaran bukan karena kesepakatan.

Hehehe ibu ajak aku duduk bersamamu dan memandangi kunang kunang raksasa…

2013

Hari Ini Siang Ini
hari ini, siang ini.
Tapi budi masih membantu ibu di dapur,
Dan yani masih menyuapi adik di halaman rumah,
Sedangkan ayah masih saja sibuk membaca Koran.
Hari ini, siang ini.

(yogya) 2013

BERBAGI
Artikel sebelumyaNilai Luhur Makan Bajamba
Artikel berikutnyaMaujudun Fil Kitab
Penulis lahir di Bandung, mengembara di Yogyakarta. Tidak pernah merasakan nikmatnya punya kos-kosan. Sedang sekolah di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY