Ijma’: Kewajiban Berpuasa

Ijma’: Kewajiban Berpuasa

41
0
Ilustrasi/Dok. Istimewa

Suatu kelayakan bila muncul pertanyaan tentang urgensi ijma‘ ketika dalil dari al-Qur’an dan Hadis sudah cukup jelas tentang puasa. Bahkan tidak hanya puasa, bersuci, shalat, zakat, haji dan banyak jenis ibadah lain yang memiliki dalil jelas dari al-Qur’an dan Hadis juga tak jarang ditemukan keterangan adanya ijma‘. Hal tersebut dapat kita temukan misalnya dalam Bidâyah al-Mujtahid wa Nihâyah al-Muqtashid karya Imam Ibnu Rusyd al-Hafîd (w.595H). Ia sering menuliskan bahwa kewajibannya berdasarkan al-Kitab, al-Sunnah dan al-Ijma’; dengan menampilkan keterangan ijma’ meski al-Qur’an dan hadis yang berbicara tentang hal itu sudah sangat jelas. Tentunya hal itu bukan tanpa alasan yang sudah diketahui oleh ulama fikih. Penjelasan ringkasnya dapat dibaca pada pembahasan Ijma sebelumnya.

Berikut adalah sebagian nukilan dari para ulama terkait kewajiban puasa Ramadhan berdasarkan ijma’.

Al-Imam Abu Bakr Muhammad Ibn Ibrahim Ibn al-Mundzir al-Naisaburi (w.318H) ;

وأجمع كل من نحفظ عنه من أهل العلم على وجوب صيام شهر رمضان

“Setiap ulama yang kami hapal telah ijma‘ bahwa hukum puasa di bulan Ramadhan adalah wajib”

(Ibn al-Mundzir, Al-Isyrâf ‘Alâ Madzâhib al-‘Ùlamâ’, vol.3, hal.107)

Al-Imam Abu al-Hasan Ali Ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Habib al-Bashri al-Mawardi (w.450H);

أجمع المسلمون على وجوب الصيام، وهو أحد أركان الدين، فمن جحده فقد كفر، ومن أقر به ولم يفعله فقد فسق، غير أنه لا يقتل

“Kaum muslimin telah ijma‘ tentang kewajiban puasa (Ramadhan), ia merupakan salah satu rukun agama. Yang mengingkari kewajiban-nya menjadi kafir, sedangkan yang mengakui kewajibannya namun tidak melakukan maka dia fasiq dan tidak perlu dihukum mati”

(Al-Mawardi, al-Hâwî al-Kabîr Syarh Mukhtashar al-Muzanî, vol.3, hal.851)

Al-Imam Abu Muhammad Ali Ibn Ahmad Ibn Sa‘id Ibn Hazm al-Andalusi (w.456H);

فمن الفرض صيام شهر رمضان الذي بين شعبان وشوال، فهو فرض على كل مسلم عاقل بالغ صحيح مقيم، حرا كان أو عبدا، ذكرا أو أنثى، إلا الحائض والنفساء، فلا يصومان أيام حيضهما ألبتة، ولا أيام نفاسهما، ويقضيان صيام تلك الأيام، وهذَا كله فرض متيقن من جميع أهل الإسلام

“Di antara ibadah fardhu adalah puasa pada bulan Ramadhan, antara bulan Sya‘ban dan Syawwal. Wajib bagi setiap muslim yang telah berakal, baligh, sehat, menetap, baik merdeka maupun seorang budak, laki-laki maupun perempuan yang tidak haid dan nifas. Mereka tidak boleh berpuasa pada hari-hari haid dan nifas, namun harus mengqadhanya -di hari lain-. Ini semua adalah fardhu yang telah pasti kewajibannya dari seluruh kaum muslimin”

(Ibn Hazm, al-Muhallâ Bi al-Atsar, vol.6, hal.160)

Al-Imam Abu Bakr Ibn Mas‘ud Ibn Ahmad al-Kasani (w.587H);

وأما الإجماع فإن الأمة أجمعت على فرضية شهر رمضان لا يجحدها إلا كافر

“Adapun dalil ijma‘, yaitu ijma‘ umat atas wajibnya -puasa- di bulan Ramadhan, dan hanya orang kafirlah yang mengingkari kewajibannya”

(Al-Kâsânî, Badâi‘ al-Shanâi‘ Fî Tartîb al-Syarâi‘, vol.2, hal.75)

Al-Imam Abu al-Hasan Ali Ibn Abi Bakr Ibn Abdil Jalil al-Rusydani al-Marghinani (w.593H);

اعلم أن صوم رمضان فريضة لقوله تعالى (كتب عليكم الصيام)، وعلى فرضيته انعقد الإجماع ولهذا يكفر جاحده

“Ketahuilah bahwa puasa pada bulan Ramadhan adalah fardhu karena firman Allah ta‘ala (puasa telah diwajibkan kepadamu). Dan hukum fardhunya telah menjadi ijma‘, oleh karenanya orang yang mengingkarinya dapat menjadi kafir”

(Al-Marghînânî, al-Hidâyah Syarh Bidâyah al-Mubtadi’, vol.1, hal.118)

Al-Imam Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ibn Muhammad Ibn Qudamah al-Maqdisi (w.620H);

وأجمع المسلمون على وجوب صيام شهر رمضان

“Kaum muslimin telah ijma‘ bahwa puasa di bulan Ramadhan adalah wajib”

(Ibn Qudamah, al-Mughnî Syarh Mukhtashar al-Imâm Abî al-Qâsim al-Kharqî, vol.3, hal.3)

Al-Imam Abu Zakariya Yahya Ibn Syarf al-Nawawi (w.676H);

وهذا الحكم الذى ذكره -وهو كون صوم رمضان ركنا وفرضا- مجمع عليه، ودلائل الكتاب والسنة والإجماع متظاهرة عليه

“Status puasa ramadhan sebagai satu rukun dan fardhu yang telah disebutkan -oleh al-Syîrâzî- telah menjadi suatu kesepakatan. Dalil-dalil dari al-Qur’an, hadis dan ijma‘ pun menunjukkan akan hal itu”

(Al-Nawawi, al-Majmû‘ Syarh al-Muhadzzab, vol.6, hal.252)

Al-Imam Abu al-Baqa’ Muhammad Ibn Musa Ibn ‘Isa al-Damiri (w.808H);

وذكر صوم رمضان، وانعقد الإجماع عليه وهو معلوم من الدين بالضرورة، من جحده كفر وقتل بكفر

“-Di dalam hadis Buniya al-Islâm ‘Alâ Khams– disebutkan tentang puasa Ramadhan, kewajibannya telah ditetapkan berdasarkan ijma‘. Dan itu telah diketahui secara qath‘î dari agama. Orang yang mengingkari kewajibannya menjadi murtad dan harus dihukum mati disebabkan kufur -pada kewajibannya-”

(Al-Damîrî, al-Najm al-Wahhâj Fî Syarh al-Minhâj, vol.3, hal,272)[]

Nb: Tulisan ini disadur dari akun media sosial pribadi penulis.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY