Profil Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang

Profil Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang

573
0
Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan/Devi Adriyanti
Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan/Devi Adriyanti

Proses Berdirinya MTI Tarusan Kamang

Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang adalah salah satu wadah pendidikan Islam yang menggabungkan ilmu-ilmu ke-Islaman dengan ilmu-ilmu umum dalam rangka mencetak generasi Islam yang kokoh dan tanggap terhadap perubahan zaman.

MTI Tarusan didirikan oleh Buya Arifin Djamil Tuanku Solok. Ia merupakan salah seorang dari sekian banyak murid Syekh Sulaiman Arrasuli (Inyiak Canduang) yang sudah menuntut ilmu selama lebih kurang 20 tahun kepada Inyiak Canduang.

Menurut keterangan Buya Sisfar Arifin (anak Buya Tuanku Solok), Buya Arifin Djamil Tuanku Solok adalah salah seorang murid kesayangan Syekh Sulaiman Arrasuli di Canduang, di samping pintar Buya Arifin Djamil juga merupakan seorang Qori, karenanya Arifin Djamil Tuangku Solok sering dibawa oleh Inyiak Canduang dalam berbagai perkumpulan-perkumpulan.

Saat Inyiak Canduang sudah merasa bahwa Arifin Djamil sudah mampu untuk mengaplikasikan ilmunya, (lebih kurang 20 tahun menjadi murid Inyiak Canduang). Buya Arifin Djamil Tuanku solok disuruh pulang ke kampung halaman di jorong Halalang Kenagarian Kamang Mudiak, untuk mendirikan sekolah di Tarusan Kamang. Namun sesampainya di kampung halaman, Buya Arifin tidak langsung mendirikan sekolah, beliau diutus ke Pesisir Selatan untuk mengajar di sana sekaligus sebagai Pelopor PERTI. Karena beliau juga pintar berpidato, tak heran banyak orang yang hendak membawa beliau.

Sementara selama beliau di Pesisir Selatan, masyarakat yang terdiri dari empat kampuang ini ( Halalang, Babukik, Babansa, dan Padang Kunyik) sangat menyadari pentingnya ilmu pengetahuan agama, sedangkan di kampung halaman sendiri tidak satupun Madrasah Agama. Bahkan mengaji al-Quran saja orang Tarusan harus pergi ke Batu Hampar Payakumbuh dan Baso.

Akhirnya masyarakat di 4 Kampuang ini berkumpul dan bermusyawarah sehingga didapatkan sebuah kesepakatan untuk mendirikan Madrasah. Terkait persoalan guru dan pimpinan diserahkan kepada Buya Arifin Djamil Tuanku Solok (Saat itu beliau masih berada di Pesisir Selatan).

Setelah 2 tahun Buya Arifin Djamil mengajar di Pesisir Selatan, Buya Arifin Djamil pulang ke kampung halaman tepatnya bulan Puasa. Beberapa hari beliau di rumah, datanglah beberapa orang Niniak Mamak, diantaranya: Datuak Kiraiang dari kampung Babukik, Datuak Sati dan Datuak Tumbuah Amat dari Halalang, Datuak Baso, Datuak Panduko Sati dari Bansa dan Datuak Indo Marajo dari Padang Kunyik.

Kedatangan para Niniak Mamak (Datuak dari 4 kampuang) bermaksud untuk menyampaikan keputusan rapat kepada Arifin Djamil Tuanku Solok. Apa yang disampaikan oleh para Niniak Mamak ternyata selaras dengan tujuan kepulangan beliau yaitu untuk mendirikan madrasah. Sehingga pertemuan itu sangatlah berkesan sekali. Di dalam pertemuan itu juga ditetapkan hari untuk mengadakan rapat bersama dengan masyarakat Tarusan.

Kilas Berdirinya Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang

Pembangunan Madrasah dilaksanakan secara bergotong royong pada tahun 1930 sampai 1931. Bahan perkayuan bangunan dicari ke hutan bersama-sama di bawah pimpinan Datuak Tumbuah Amat. Sementara “Tukang” atau pekerja bangunan yang ada di Tarusan bergiliran mengerjakannya. Perihal keuangan diminta kepada masyarakat dan donatur lainnya berupa zakat, infak, sadaqah, waqaf dan lainnya. Di antara donatur tersebut terdapat seorang keluarga Buya Arifin Djamil Tuangku Solok bernama Hj. Lawi dan suaminya yang merantau di Medan. Dia lah yang menjadi salah seorang donatur utama pembangunan tersebut. Untuk menemui beliau di Medan, panitia mengutus M. Tk. Ibrahim Datuak Manindih. Kemudian donatur lainnya yang memberikan Atap sebagai waqaf dari Asisten Demang Hamid.

Madrasah ini baru bisa dipakai secara resmi pada tanggal 12 Februari 1934 dengan Nama “Madrasah Tarbiyah Islamiyah” dan dipimpin oleh Buya Arifin Djamil Tuangku Solok serta dibantu oleh beberapa orang guru di antaranya Tuangku Maruhun, Datuak Indo Marajo, Tuangku Mudo, Tuangku Batuah. Semuanya di bawah asuhan Buya Arifin Djamil Tuangku Solok sewaktu belajar di MTI Canduang dan beliau pula lah yang membawa mereka untuk belajar ke MTI Canduang.

Murid pertama MTI Tarusan adalah para pelajar yang pada mulanya sekolah di luar Tarusan. Mereka tertarik lalu pulang ke kampung halaman untuk belajar di MTI Tarusan ini, kemudian anak-anak yang tamatan Sekolah Dasar (SD) atau Sekolah Rakyat (SR) selama lima tahun-pun diterima menjadi murid di MTI Tarusan untuk memperdalam ilmu agama, sebagaimana yang dilakukan oleh Madrasah lainnya seperti MTI Canduang dan Parabek sampai tahun 1950.

Dengan bertambahnya murid di MTI Tarusan maka di Tahun 1957 Buya Arifin Djamil Tuanku Solok mewaqafkan tanah perumahannya untuk MTI Tarusan yang beliau umumkan dalam sebuah pertemuan resmi.

Buya Arifin Djamil Tuanku Solok Meninggal Dunia pada 11 Maret 1961. Perjuangan Buya Arifin Djamil dilanjutkan oleh:

Nama PimpinanTahun  Menjabat
Arifin Djamil Tuangku Solok1934 – 1961
Zainal Arifin Tuangku Mudo1961 – 1978
Ibnu Abbas Tuangku Rumah Tinggi1978 – 1989
H. Syahruddin Tuangku Muncak1989 – 2002
H. Sisfar Arifin2002 – sekarang

Visi Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang

Menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam terbaik di wilayah Nusantara maupun Mancanegara yang ber-manhaj Salaful Ummah (Ahlus Sunnah Wal Jama’ah).

Misi Madrasah

  • Terwujudnya Madrasah dengan fasilitas yang memadai.
  • Terciptanya lulusan yang menguasai bidang agama dan bahasa Arab, Inggris, Indonesia dengan aktif dan setiap unit setara dengan SBI.
  • Lulusan yang mampu berdakwah dengan aqidah dan manhaj Salafusshalih.
  • Lulusan yang mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi baik di dalam maupun luar negeri.
  • Terwujudnya warga belajar yang peduli terhadap kebersihan.
  • Terwujudnya warga belajar yang memiliki akhlaq.
  • Lulusan dengan hasil Ujian Nasional yang tinggi, diakui oleh pemerintah.
  • Mempunyai kualitas berstandar ISO.
  • Memperoleh akreditasi A dengan nilai minimal 95.
  • Manajemen sekolah dengan standar BSNP.

Wadah Pendidikan

Sekolah ini terdiri atas dua jenjang pendidikan formal (mengacu pada kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional), yakni: memadukan ilmu umum dan ilmu agama.

  • Madrasah Tsanawiyah (MTs) Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang.
  • Madrasah Aliyah (MA) Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang.

Staf dan Tenaga Pengajar

Proses kegiatan belajar-mengajar pada MTI Tarusan Kamang ini didukung oleh tenaga pendidik (guru) berpendidkan jenjang S1 dan S2. Mayoritas para guru adalah alumni MTI Tarusan, terdapat pula tenaga pendidik yang di SK-kan oleh pemerintah sebagai Pegawai Negeri Sipil. Di samping itu, ada para Ustadz sepuh yang membimbing secara langsung pembelajaran kitab.

Materi Ajar Keislaman

Kitab-kitab yang diajarkan di Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang diantaranya: Bidang Fiqih (Matan Taqrib, Fathul Qorib, Fathul Mu`in), Bidang Tafsir (Tafsir Jalalain), Bidang Nahwu (Matan al-jurumiyah, Mukhtasar Jiddan, Imriti, Syarah ibn ‘Aqil ala Nazhm Alfiyah ibn Malik), Bidang Sharaf (Matan al-Bina, al-Kaelani), Ushul fiqh (al-Waraqat), dan lainnya.

Fasilitas Madrasah

Untuk menunjang tercapainya kualitas pendidikan yang optimal, Madrasah Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang menyediakan beberapa fasilitas; gedung terpadu dua lantai, asrama representatif satu lantai, laboratorium komputer, maktabah, lapangan olah raga (tenis meja, voli, bulu tangkis dll), pelayanan kesehatan, koperasi dan lainnya.

Strategi Pencapaian Visi & Misi Madrasah

Untuk mencapai terwujudnya Visi & Misi Madrasah dengan wadah pendidikan yang sudah ada, madrasah  menerapkan Sistem Manajemen Terpadu yang meliputi :

  • Manajemen Pendidikan

Sistem pendidikan yang diterapkan di Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang akan selalu dikembangkan untuk membentuk para santri lulusan Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang menjadi lebih berkualitas dan dapat berkompetisi dengan madrasah-madrasah lainnya di wilayah nusantara.

  • Manajemen Sumber Daya Manusia

Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang berupaya untuk merekrut orang-orang yang berpotensi dan profesional untuk mewujudkan visi dan misi Madrasah. Demikian pula potensi Sumber Daya Manusia Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang yang sudah ada akan senantiasa digali dan dikembangkan sehingga seluruh pegawai madrasah dapat menjalankan peran mereka masing-masing secara optimal.

  • Manajemen Lingkungan

Tarbiyah Islamiyah Tarusan Kamang berupaya untuk membentuk lingkungan yang kondusif sebagai tempat belajar mengajar. Program-program kebersihan, peremajaan serta pengembangan lingkungan Madrasah akan diterapkan sehingga terbentuknya kondisi madrasah sebagai tempat belajar mengajar yang kondusif dan menyenangkan.

Ketiga unsur inilah yang akan menopang keberhasilan pencapaian Visi & Misi Pesantren, Insya Allah.[]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY