Sekilas tentang MTI Canduang Hari Ini

Sekilas tentang MTI Canduang Hari Ini

2340
3
Amhar Zein ar-Rasuli (tengah,berpeci hitam dan berbaju cokelat) berfoto bersama seorang guru dan santri di halaman MTI Canduang.

           Pada tahun ajaran 2015-2016 ini, jumlah santri MTI Canduang tercatat sebanyak 966 orang. Terdiri dari 652 orang santri di tingkat Tsanawiyah (404 orang laki-laki dan 247 orang perempuan) dan 314 orang santri di tingkat Aliyah (148 orang laki-laki dan186 orang perempuan). Santri-santri ini berasal dari dalam dan luar provinsi Sumatera Barat, seperti misalnya dari Palembang, Lubuk Linggau, Bengkulu, Tembilahan-Riau, Majalengka, Bandung, Bali, bahkan ada yang berasal dari negara tetangga, Malaysia.

Jumlah tenaga pendidik di MTI Canduang tingkat Tsanawiyah sebanyak 41 orang. Hasan Basri sebagai Kepala Sekolah tingkat Tsnawiyah. Sementara di tingkat Aliyah ialah tenaga pendidik sebanyak 28 orang, dengan Zulkifli, sebagai Kepala Sekolahnya. Sedangkan Rais ‘Am MTI Canduang sendiri ialah Buya Amhar Zein ar-Rasuli. Kepala Tata Usaha (Ka. TU) adalah M. Nazif.  Ia dibantu empat orang pegawainya, dibagi untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah.

Selain itu, MTI Canduang juga memiliki:

  1. Perpustakaan, bertempat di Gedung C lantai satu MTI Canduang. Perpustakaan memiliki kitab-kitab dan buku-buku penunjang pembelajaran santri. Kepala Perpustakaan adalah Zulhendra. Ia dibantu dua orang pegawai.
  2. Koppontren atau Koperasi Pondok Pesantren, terletak di bagian kanan ketika memasuki gerbang MTI Canduang. Kepala Koppontren adalah Aldri. Koppontren ini menjual buku, kitab, pakaian seragam, sepatu, peci, kebutuhan sehari-hari (seperti gula, tepung, minyak) dan segala sesuatu yang dirasa perlu bagi guru dan santri MTI Canduang.
  3. Poskestren atau Pos Kesehatan Pesantren berada di sebelah Koppontren. Di dalam ruangan poskestren ini terdapat 4 (empat) buah tempat tidur, beberapa obat-obatan, toilet. Poskestren biasanya selalu penuh ketika upacara bendera.
  4. Auditorium bertempat di gedung A lantai dua menghadap ke Masjid Tarbiyah yang berada di depan MTI Canduang. Auditorium digunakan ketika ada tamu yang berkunjung ke MTI Canduang. Kadang-kadang auditorium juga digunakan oleh Organisasi Santri Tarbiyah Islamiyah (OSTI) untuk kegiatan Pengembangan Bakat dan Minat pada hari Rabu. Auditorium ini dilengkapi dengan kursi tamu, sekitar 400 bangku sekolah, tiga buah proyektor dan CCTV.
  5. Organisasi Santri Tarbiyah Islamiyah (OSTI) Canduang. OSTI memiliki lima departemen untuk pengembangan diri santri, yaitu Departemen Pendidikan dan Dakwah, Departemen Pengembangan Bakat dan Minat, Departemen Sosial, Departemen Olahraga, dan Departemen Logistik.
  6. CCTV dan alat Audio Visual Online Supervition (AVOS) di tiap-tiap kelas. Semenjak beberapa tahun terakhir, MTI Canduang dilengkapi dengan CCTV yang terhubung langsung ke ruangan kepala MTI tingkat Tsanawiyah bagi lokal-lokal Tsanawiyah, dan ke ruangan kepala MTI tingkat Aliyah bagi lokal-lokal Aliyah.
  7. Kantin madrasah, berada di paling ujung lantai satu.
  8. Papan pembatas santri untuk kelas campur, antara santriwan dengan santriwati. Papan pembatas baru difungsikan pada tahun ajaran ini.
  9. Justic (Jurnal Santri Tarbiyah Islamiyah Canduang). Jurnal ini, tercatat sudah tujuh kali menerbitkan majalah dan tabloid.
  10. Asrama,
  • Asrama Putra
  • untuk santri baru, berada di belakang masjid Tarbiyah, dihuni sekitar 150 orang, dengan biaya asrama perbulan sebanyak Rp. 60.000
  • untuk santri lama, sebanyak tiga buah asrama, yang terdiri dari asrama pertama dan dua buah rumah warga yang dikontrakkan, dengan biaya asrama perbulan sebanyak Rp. 35.00
  • Asrama Putri, berada di belakang Gedung MTI Canduang, dengan biaya asrama perbulan sebanyak Rp. 60.000
  1. Labor pratikum berada pada bangunan yang terpisah dengan lokal-lokal di MTI Canduang, tepatnya di belakang MTI Canduang jalan menuju ke asrama putri. Terdiri dari:
  • Labor Komputer
  • Labor Tata Busana
  • Labor Fisika
  • Labor Biologi
  • Labor Kimia

****

Senjak awal berdirinya, MTI Canduang telah mempersiapkan kurikulum-kurikulum yang terdiri dari bidang studi al-Qur’an, Hadits, Ilmu Hadits, Ilmu Tafsir, Tasawuf, Manthiq, Fiqh, Balaghah, Nahu, Sharaf, dan Tarekh. Pada umumnya, kitab-kitab itu ditulis di masa yang lebih dekat dengan masa tabi’in dengan berpaham Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan bermadzhab Syafi’i. Mulai 1978, kurikulum MTI Canduang dilengkapi dengan Kurikulum Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan RI untuk jenjang pendidikan pada tingkat Tsanawiyah dan Aliyah.

Program studi di MTI Canduang ialah:

  1. Tarbiyah murni, dengan lama pendidikan 7 tahun
  2. Tingkat Tsanawiyah, dimulai dari kelas II – IV
  3. Tingkat Aliyah, dimulai dari kelas V – VII
  4. Lokal Khusus bagi yang mendaftar dari lulusan SMP/MTs dengan lama pendidikan 1 tahun
  5. Program Jurusan IPA, IPS dan Keagamaan pada tingkat Aliyah kelas VI dan VII

Visi-Misi MTI Canduang

Sekolah ini memiliki visi mewujudkan intelektual muda muslim yang Tafaqqahu Fiddin. Indikatornya, lulusan MTI Canduang memiliki keimanan dan ketakwaan, mengetahui dan menghayati serta mengamalkan pengetahuan syar’i yang didapat dari kitab-kitab rujukan dan menyi’arkannya dimanapun ia berada, serta melek terhadap teknologi informasi dan komunikasi.

Misi:

  1. Menjadikan MTI Canduang sebagai Madrasah yang spesialis Kitab-Kitab Kuning untuk melahirkan kader-kader ulama/mubalig.
  2. Menyiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam kajian-kajian keislaman yang merujuk kepada al-Qur’an dan Hadis.
  3. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran akidah dan akhlak yang berbasis al-Qur’an dan as-Sunnah.
  4. Mengembangkan pendidikan yang mengintegrasikan kajian ayat-ayat Qur’aniyyah (wahyu) dengan ayat-ayat Kauniyah (alam).
  5. Mengupayakan penyelenggaraan pendidikan dengan tiga bahasa; Indonesia, Arab, Inggris berbasis IT (Information Technology).

“Sampai sekarang, Pondok Pesantren MTI Canduang masih percaya diri dengan sistem kurikulum Pendidikan yang digariskan Syekh Sulaiman Arrasuli. Masyarakat sangat mengharapkan MTI Canduang terus dapat mempertahankan kurikulum pendidikan yang telah teruji keberhasilannya sejak 1928 itu. Tamatan tahun 60-an dan 70-an ada yang menjadi Bupati/Walikota, Wakil Gubernur, guru besar di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.” Pernyataan ini dikutip dari Pidato Gubernur Sumatera Barat pada Acara Perayaan Pemberian Ijazah MTI Canduang ke-72 dan Peringatan Milad ke-84 di MTI Canduang Kamis, 17 Mei 2012 yang lalu.

Santri-santri MTI Canduang banyak yang memiliki kemampuan tinggi dalam hal membaca kitab kuning, dan tercatat telah beberapa kali mengikuti perlombaan hingga ke tingkat Nasional. Tak hanya itu saja, meskipun background pondok pesantren, santri-santri MTI Canduang juga pernah mengikuti lomba-lomba di luar bidang keilmuan kitab kuning, seperti kajian hukum, olimpiade Sains, Matematika, serta perlombaan olahraga dan seni. Tak sedikit pula santri yang mendapatkan hasil memuaskan dari ajang-ajang tersebut.[]

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY